Bagaimana perassan Anda jika dilupakan oleh orang-orang yang dekat dengan Anda selama ini? Tentu ada perassan sedih, kecewa dan bahkan sakit hati. Lalu begimana jika bukan saja orang-orang terdekat Anda, namun Tuhan seakan-akan tidak peduli kepada Anda? , mungkin Anda telah berdoa kepada Tuhan, namun belum juga mendapatkan jawaban Tuhan dari doa-doa Anda.
Zakharia dan Elizabet
Zakharia dan Elizabet adalah dua tokoh yang pernah mengalami bagai mana merasakan hidup mereka seakan-akan ditinggalkan oleh Tuhan. Bagi seorang imam, hidup sebagai pelayan Tuhan bertahun-tahun lamanya namun tidak memiliki keturunan tentu menjadi perbincangan negative bagi masyarakat. Tidak mempunyai keturunan bagi seorang Zakharia dan Elizabet memberikan kesan bahwa Tuhan tidak peduli dan tidak memberkati kehidupan mereka. Berdoa untuk mendapatkan keturunan sampai bertahun-tahun hingga sampai di usia senja mereka, tentu telah membuat mereka mengalami beban pergumulan yang berat.
Dalam Alkitab dikishkan Zakharia dan Elizabet mungkin berumur lebih dari 60 tahun saat kisah ini tejadi. Zakharia bukan imam yang sangat penting dalam Bait Allah dan ini adalah pertama kalinya bahawa ia akan melakukan pekerjaan yang sangat penting yaitu memercikan dupa di atas mezbah dan membakarnya. Tiba-tiba Gabriel malaikat Tuhan menampakan diri kepada Zakharia, berdiri di sebelah kanan altar. “…malaikat itu berkata kepadanya: Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah di kabulkan dan Elizabet istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.” (Lukas 1:13-14). Tuhan bisa melakukan hal yang tidak mungkin, dan itulah yang dilakukan-Nya saat menjanjikan sesuatu kepada Zakharia dan Elizabet. Dia akan menjadi pendahulu Yesus sang Mesias yang dijanjikan oleh nabi Malekhi (Lukas 1:15-17) (Maleakhi 3:1;4:5-6).
Sukacita yang sejati
Sukacita akan mendapatkan keturunan karena Tuhan menjawab doa Zakharia dan Elizabeth inilah yang menjadi sukacita ilahi yang sejati, sukacita akhir-akhir ini. Jika melihat hidup yang semakin sulit, itu tidaklah mengherankan. Tetapi itulah sebenarnya sebuah kekeliruan yang seringkali kita buat dalam mencari sukacita. Kita berpikir bahwa sukacita akan otomatis hadir jika hidup tanpa masalah. Jadi, bagimana kita bisa tetap merasakan sukacita meski di tengah kesulitan yang ada dalam hidp kita? Alkitab member jawabannya. Sukacita yang bisa membawa rasa gembira dalam hidup bukan tergantung dari kesulitan yang kita alami, melainkan bergantung kepada seberapa dalam kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, seberapa dekat kita berada dengan-Nya.
Apapun yang Anda hadapi hari-hari ini, hadapilah dengan semangat. Percayalah kepada janji-janji Tuhan, rasakan kebaikan dan penyertaan-Nya. Itu akan membuat hati kita tetapmemiliki sukacita yang sejati, dan dari sana kita kan mampu bersemangat dan tetap bersikap positif, penuh rasa antusias dalam menjalani hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar