Yang
Terutama: Kasih
Seberapa
pentingkah peranan kasih dalam meraih Berkat Tiga Generasi? Pentingnya kasih
ini dapat kita temukan dalam kisah Abraham saat:
Menolong
Lot dari tawanan Raja Kedorlamoer
Saat
Lot berpisah dari Abraham dan ke Sodom, raja Kedorlaomer berperang dan
mengalahkan raja Sodom. Lot yang berada di kota Sodom pun keluarganya ditawan.
Abraham tahu, Lot kini menjadi tanggung jawab raja Sodom, tetapi raja Sodom
gagal bersama 4 raja lainnya. Kalau Abraham ikut campur, ia harus menghadapi
Kedorlamoer, padahal Lot bukan lagi bebannya, peduli apa, tidak repot mau cari
repot, tidak ada bahaya mau cari bahaya! Tetapi Abraham masih mempunyai kasih
ilahi, sebab itu Abraham pergi dengan 318 hambanya, bukan dengan tentara dan
karena Tuhan berserta, ia menang, ia membebaskan semua tawanan, termasuk Lot
dan keluarganya, sampai raja Sodom pun dating menyembah dan berterimakasih
kepada Absraham, katanya: “Ambillah semua harta yang sudah dijarah.” Abraham
menolak, sebab yang dituju adalah Lot. Mengapa Abraham mau mengambil risiko
yang begitu besar? Sebab ada kasih Allah dalam hatinya.
Menyerahkan
Ishak kepada Tuhan
“Firman-Nya:
“Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke
tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah
satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 22:2). Kisah ini mempunyai
makna yang menggambarkan betapa besarnya iman percaya Abraham sebagai bapa
orang beriman. Abraham ketika dijanjikan Tuhan akan menjadi bapa segala bangsa
dan mempunyai banyak keturunan di muka bumi ini, maka melalui rahim Sara
diberikanya keturunan bagi Abraham yaitu Ishak. Isahak menjadi anak yang sangat
disayanginya. Abraham yakin bahwa melalui anak inilah keturunannya akan menjadi
sangat banyak. Dapat dipahami betapa kagetnya Abraham ketika Tuhan memintanya
untuk mempersembahkan Ishak, keturunan satu-satunya, sebagai korban. Perasaan
yang campur aduk sseperti takut, gelisah, kuatir, marah, kecewa dan lainnya,
pasti memenuhi hati Abraham. Tetapi kita tidak melihat Abraham menunjukkan hal
itu. Karakter kasih kepada Allah yang baik telah terbentuk dalam dirinya. Dan
itu dibuktikannya melalui sikap dan tindakannya.
Pelajaran penting dari kasih Abraham
Dengan
mempelajari sikap Abraham dengan rela: menolong Lot dari tawanan Kedorlaomer
dan menyerahkan anaknya Ishak kepada Tuhan, kita memahami pentingnya peranan
kasih untuk memahami bahwa kita harus mengasihi Tuhan, kita memahami pentingnya
peranan kasih untuk mengalami Berkat Tiga Generasi. Kita memahami bahwa kita
harus mengasihi Tuhan lebih dari mengasihi berkat yang kita terima dari-Nya.
Karena itu kita memahami bahwa bukti dari kasih kepada Tuhan dan kepada sesama
adalah rindu menerima berkat Abraham melalui bisnis dan perkerjaan kita, namun
pada saat yang sama kita juga ingin dan merindukan menjadi penyalur berkat
Abraham itu kepada dunia dimanan Tuhan menempatkan kita sebagai garam dan
terang.