Hati-hati Dengan Prasangka Buruk
Marie Lupe Cooley, karyawati sebuah perusahaan arsitektur Jacksonville, USA. Satukali ia membaca sebuah iklan lowongan kerja di koran, tawaran untuk posisi yang ia miliki sekarang dengan kontak nomer telphone atasannya.
Ia berpikir bahwa dirinya akan dipecat, ia menjadi sangat sakit hati. Maka di suatu hari minggu, ia menjebol dan menghapus data dan dokumen penting senilai hampir 250 M milik perusahaan, dan dia ketahuan, lalu dipecat dan harus mendekam di penjara.
Konyolnya, ia baru menyadari ternyata lowongan itu untuk perusahaan milik istri atasannya. Tapi nasi telah menjadi bubur..!
Sikap tenang saat menghadapi situasi apapun, bahkan ketika merasa terancam, adalah sangat penting dalam hidup kita.
Keinginan membalas sakit hati seringkali membuat orang tidak lagi
bisa berpikir jernih, seperti kisah Marie diatas. Selain merusak nama baik, tersangkut hukum pidana, kerugian banyak pihak, sampai masalah yang terus membesar, dan lain-lain. Tidak ada gunanya membalas dendam dengan tindakan kejahatan yang lebih buruk, karena itu hanya menunjukkan bahwa kita tidak lebih baik darinya dan sama bodohnya dengan orang yang menyakiti kita.
Abaikan saja atau yang lebih baik : ampuni dan tetaplah tunjukkan kasih, karena hal itu bagaikan menumpuk bara api dikepalanya, alias mempermalukan orang itu sendiri…
Jangan cepat berprasangka buruk terhadap situasi yang ‘nampaknya’ buruk, apalagi membalas dendam..! Jadilah tenang, maka kita akan melihat bahwa tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan!!
*Filipi 4:8,
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Tuhan Yesus Memberkati.
Dikutip dari: Sahabat HSH
Selasa, 16 April 2013
Senin, 15 April 2013
SEPUTIH SALJU
*Yesaya 1:18,
Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
Pernahkan Anda lupa membawa sabun mandi ketika pergi keluar kota…? Misalnya, saudara ke kota A dan tiba pada jam 12 malam menginap di penginapan terpencil, yang tidak menyediakan apapun kecuali tempat tidur padahal saudara belum mandi.
Semua.pakaian tersedia, handuk juga ada, namun tidak ada sabun. Sewaktu saudara mandi, hanya air yang yang bisa di siramkan ke badan. Memang menyegarkan, namun masih banyak kotoran yang melekat, dan bau badan tidak hilang sepenuhnya.
Sabun mandi ini memang benda yang kecil, namun mampu membersikan kotoran – kotoran yang melekat di badan. Namun, sabun yang paling bersih sekalipun , tidak mampu membersihkan dosa dari hidup manusia. Itu sebabnya mengapa banyak orang berdosa merasa putus asa atas dosa mereka dan “merasa” Tuhan pun tidak pun tidak mau mengampuni dosa mereka yang mengunung.
Pendapat yang salah sama sekali. Ayat yang kita baca hari ini menunjukan bahwa tidak ada dosa yang terlalu merah yang tidak dapat di putihkan seperti salju tidak ada dosa yang terlalu hitam yang tidak dapat di putihkan seperti bulu domba. Yesus Kristus sudah mencurahkan darah-Nya untuk membersihkan kita dari segala dosa kita, mengampuni dan menguduskan kita.
Bila saudara termasuk orang yang “merasa” tidak bisa di ampuni karena dosa –dosa saudara, ingat Yesus mengundang saudara datang kapada-Nya. Yang perlu saudara lakukan adalah, datang kapadaNya, mengaku dosa, bertobat, percaya kepadaNya, dan menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi anda.
HIDUP ANDA YANG KELAM KARENA
DOSA AKAN DI UBAH SEPUTIH SALJU
Dikutip dari: Sahabat HSH
"Ketika satu pintu tertutup, TUHAN akan membukakan pintu yang lainnya yang lebih baik dan indah."
Kisah Nyata:
Nathaniel Hawthorne sangat kecewa.
Ia baru saja menerima kabar pergantian jabatan di kantor bea cukai Boston, Massachusetts, tempatnya bekerja.
Ternyata, ia diberhentikan.
Berita buruk itu seakan-akan menggelegar di telinganya.
Dunia seolah-olah sudah kiamat.
Ia berjalan pulang dgn perasaan bingung & gundah.
Di pelupuk matanya terbayang wajah duka istrinya.
Hawthorne semakin gelisah.
Hari itu sungguh menjadi hari yg panjang baginya.
Setibanya di rumah,
ia menceritakan perihal pemecatannya kepada istrinya.
Sang istri dengan tatapan prihatin memeluknya,
mengambil sebuah pena & tinta,
lalu meletakan keduanya di meja dekat perapian.
"Tidak usah bersedih," katanya,
"Kau punya banyak waktu sekarang.
Kau bisa mulai menulis."
4 tahun setelah kejadian memilukan itu Hawthorne menghasilkan sebuah novel yg membuat namanya terkenal di seluruh dunia: "The Scarlet Letter".
********
Kegagalan di satu bidang kerap menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan di bidang lain.
Kuncinya adalah tidak putus asa, terus berusaha, & terutama tetap berpaut pada TUHAN, Sang Sumber Segalanya.
Jika TUHAN mengijinkan sesuatu terjadi,
tentu ada maksud baik di balik hal itu.
Itulah janji TUHAN kepada umat-NYA dalam renungan hari ini.
Di tengah penderitaan & kegalauan akan gelapnya masa depan umat, TUHAN membawa berita PENGHARAPAN
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Roma 8:28
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Yer 17:7
Itu jugalah janji TUHAN kepada kita saat duka menerjang.
Hanya, kita HARUS percaya & tetap menaruh pengharapan kepada-NYA
TERKADANG TUHAN MENUTUP PINTU YG SATU UNTUK MEMBUKA PINTU YG LAIN YANG JAUH LEBIH BAIK DAN INDAH !
Yang percaya dan diberkati katakan: "AMIN"
We love Jesus and you, God bless you all
Dikutip dari: Bejana kemuliaan
Kisah Nyata:
Nathaniel Hawthorne sangat kecewa.
Ia baru saja menerima kabar pergantian jabatan di kantor bea cukai Boston, Massachusetts, tempatnya bekerja.
Ternyata, ia diberhentikan.
Berita buruk itu seakan-akan menggelegar di telinganya.
Dunia seolah-olah sudah kiamat.
Ia berjalan pulang dgn perasaan bingung & gundah.
Di pelupuk matanya terbayang wajah duka istrinya.
Hawthorne semakin gelisah.
Hari itu sungguh menjadi hari yg panjang baginya.
Setibanya di rumah,
ia menceritakan perihal pemecatannya kepada istrinya.
Sang istri dengan tatapan prihatin memeluknya,
mengambil sebuah pena & tinta,
lalu meletakan keduanya di meja dekat perapian.
"Tidak usah bersedih," katanya,
"Kau punya banyak waktu sekarang.
Kau bisa mulai menulis."
4 tahun setelah kejadian memilukan itu Hawthorne menghasilkan sebuah novel yg membuat namanya terkenal di seluruh dunia: "The Scarlet Letter".
********
Kegagalan di satu bidang kerap menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan di bidang lain.
Kuncinya adalah tidak putus asa, terus berusaha, & terutama tetap berpaut pada TUHAN, Sang Sumber Segalanya.
Jika TUHAN mengijinkan sesuatu terjadi,
tentu ada maksud baik di balik hal itu.
Itulah janji TUHAN kepada umat-NYA dalam renungan hari ini.
Di tengah penderitaan & kegalauan akan gelapnya masa depan umat, TUHAN membawa berita PENGHARAPAN
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Roma 8:28
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" Yer 17:7
Itu jugalah janji TUHAN kepada kita saat duka menerjang.
Hanya, kita HARUS percaya & tetap menaruh pengharapan kepada-NYA
TERKADANG TUHAN MENUTUP PINTU YG SATU UNTUK MEMBUKA PINTU YG LAIN YANG JAUH LEBIH BAIK DAN INDAH !
Yang percaya dan diberkati katakan: "AMIN"
We love Jesus and you, God bless you all
Dikutip dari: Bejana kemuliaan
Langganan:
Postingan (Atom)