Sabtu, 03 Desember 2011

Tangan-tangan yang meraih janji-Nya


Sebuah gereja mengadakan persekutuan doa. Mereka berkumpul berdoa karena musim kering yang melanda daerah mereka sudah sangat lama. Hasil panen gagal dan mereka kesulitan air bersih. Mereka berdoa sangat lama. Setelah berdoa, pendetanya bertanya kepada jemaatnya, “Saudara-saudara, apakah Anda tahu untuk apa kita berkumpul hari ini?” jemaat menjawab, “Berdoa untuk meminta hujan” Pendeta kemudian bertanya kembali,” Saya ingin tahu, dimana paying Anda?” Jemaat pun hanya terbengong, karena tidak satupun dari mereka yang membawa paying. Apakah mereka beriman Tuhan akan member hujan? kelihatannya tidak. Kalau mereka beriman Tuhan akan memberikan hujan, mereka akan bawa payung supaya kalau pulang tidak basah kuyup. Jikalau kita percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa kita, maka kita semestinya bertindak sesuai dengan iman itu.
Janji dalam bahasa Yunani “epangelias”, istilah ini biasanya digunaka di pengadilan. Dalam perjanjian suatu transaksi biasanya dilakukan dengan suatu syarat, sekalipun sudah tertulis, namun jika tidak dilakukan sesuai dengan syarat yang tertulis, maka tidak dapat terealisasi. Seperti Tuhan Yesus menjanjikan akan datangkan Roh Kudus, jika janji ini tidak di imani oleh umat tentu mereka tidak akan menerimanya.


Atmosfer positif untuk iman yang penuh kuasa

Kita memahami bahwa Tuhan berjanji untuk memberkati uamt-Nya dengan tujuan agar kita dapat menjadi berkat  bagi orang lain. Apa yang membuat Anda layak diberkati?  Iman. Berkat-berkat Allah mengalir atas diri Abraham karena Abraham percaya kepada Allah.  Abraham bukan hanya diberkati secara materi, tetapi dia menjadi bapa bagi banyak bangsa dan olehnya seluruh bangsa di muka bumi diberkati. Hidupnya menjadi saluran berkat karena dia percaya kepada Allah. Iman inilah yang menjadi saluran dari berkat Allah. Karena Abraham percaya kepada janji Allah, maka Allah memperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Apa maksudnya? Iman membuat Abraham dianggap benar di dalam pandangan Allah. Walaupun kita tahu bahwa Abraham bukanlah orang yang baik di mata Allah, namun karena iman membuat Abraham menjadi layak untuk diberkati dalam pandangan Allah.
Kita memahami bahwa ketidak percayaan terhadap firman Tuhan merupakan penghalang untuk mengalami janji berkat Tuhan, sebaliknya iman merupakan wujud dari relasi yang sehat dengan Tuhan dan atmosfer yang tepat untuk mengalami janji berkat Tuhan. Iman kepada Kristus membuka semua berat-berkat Allah buat kita. Sekarang kita tinggal mengambil semua berkat itu dengan iman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar