Minggu, 22 Juli 2012


God Is Impatient With Us
(Tuhan tidak sabaran terhadap kita)


Bernarkah Tuhan tidak sabaran terhadap kita?
Semua orang menginginkan segala hal bersifat instan: makan makanan yang cepat saji, ingin berhasil secara instan, ingin memperoleh kekayaan secara instan, ingin mendapatkan jodoh secara instan, semuanya ingin serba instan. Ketidak sabaran memang menjadi  sifat alamiah dari manusia.


Pola pemikiran yang serba instan ini pula juga yang membentuk pemikiran bahwa Tuhan pun kini tidak sabaran terhadap kita (God is impatient with us). Penderitaan, permasalahan dan kesengsaraan yang terjadi melanda manusia secara tiba-tiba acapkali dianggap sebagai hukuman dan bukti bahwa Tuhan tidak sabaran terhadap kita. Namun, benarkah Tuhan tidak sabaran terhadap kita?

TuhanYesus: teladan utama dalam hal kesabaran
Rasul Petrus, mendesak orang-orang Kristen untuk mengingat salah satu karakter Tuhan yang luar biasa yaitu kesabaran-Nya. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat… Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk memperoleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. “(2 Petrus 3:9 dan 15).


Menurut kamus, kesabaran adalah kekuatan dalam menjalani masalah dan penderitaan tanpa mengeluh; kemampuan menghadapi masalah dengan tenang. Tuhan Yesus adalah teladan utama dalam hal kesabaran. Terhadap orang-orang yang mengejek, meludahi, menganiyaya, bahkan menyalibkan Dia, Yesus tetap sabar dan berdoa. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34a).

Mitos keliru: Tuhan tidak sabaran terhadap kita
Adanya persoalan dalam kehidupan manusia merupakan bukti bahawa Tuhan tidak sabar terhadap manusia, merupakan suatu mitos yang keliru. Tuhan adalah pribadi yang memahami keterbatasan manusia dan tidak membalas dosa-dosa manusia setimpal dengan dosa mereka. 


“Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” (Mazmur 103:8-12)



Hidup dalam anugrah kesabaran-Nya


1.     Memohon pengampunan Tuhan bila selama ini kita telah menyia-nyiakan kesabaran Tuhan.
Sekalipun kita tidak akan kehilangan keselamatan dan status kita sebagai anak-anak Allah, namun bukan berarti status ini membebaskan kita dari “disiplin ilahi”. Allah memang panjang sabar, tapi Ia sekali-kali tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan umat-Nya. 


Peringatan Paulus adalah untuk mendorong kita sebagai  orang-orang yang telah ditebus-Nya, agar dapat hidup berpadanan dengan setatus kita dan tidak lagi hidup menuruti keinginan daging. Jika kita telah ditebus-Nya tapi masih bermain-main dengan dosa, maka sikap kita tersebut sama artinya dengan mempermainkan Tuhan, yang telah memanggil kita menjadi umat-Nya.

2.     Mengambil keputusan untuk meninggalkan dosa-dosa.
Paulus memperingatkan umat Tuhan bahwa ketika melakukan pelanggaran atau dosa, mereka tidak hanya akan berurusan dengan dunia sekitar (seperti peraturan/hukum pemerintahan yang berlaku pada waktu itu); tetapi lebih dari itu, mereka sedang berurusan dengan Tuhan sendiri. 


Mungkin kita dapat mengelak dari tuntunan hukum/peraturan manusia, tetapi hal ini tidak mungkin terjadi di hadapan Allah. Jangan mengira bahwa pelanggaran dan dosa yang kita lakukan dapat kita sembunyikan dari hadapan Allah. Justru sebaliknya, ketika kita berusaha menyembunyikannya, itu berarti kita sedang mempermaikan kesabaran dan kasih Tuhan dan menganggap-Nya tidak mengetahui perbuatan kita. Orang yang bersikap demikian akan menuai apa yang telah di taburnya.

sumber: Renungan GKPB Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar