Kamis, 19 Juli 2012


God Is Against Us
(Tuhan Memusuhi Kita)


Benarkah Tuhan memusuhi kita?
Penderitaan yang ada seringkali menjadi alasan bahwa Tuhan sedang menghukum dan memusuhi manusia. Benarkah demikian? Seorang penginjil India, Sundar Singh, menulis tentang kebakaran hutan di pegunungan Himalaya yang ia saksikan ketika sedang melakukan perjalanan.

Saat banyak orang berusaha memadamkan api, ada sekelompok orang yang memandangi sebuah pohon yang dahan-dahannya mulai dijalari api. Seekor induk burung dengan panik terbang berputar-putar di atas pohon. Induk burung itu mencicit kebingungan, seakan-akan mencari pertolongan bagi anak-anaknya yang masih di dalam sarang.

Ketika sarang mulai terbakar, induk burung itu tidak terbang menjauh. Sebaliknya, ia justru menukik ke bawah dan melindungi anak-anaknya dengan sayapnya. Dalam sekejap, ia berserta anak-anaknya hangus menjadi abu. Lalu Singh berkata kepada orang-orang itu, “Kita baru saja melihat hal yang luar biasa.

Allah menciptakan burung yang memiliki kasih dan pengabdian begitu besar sehingga rela memberikan nyawanya untuk melindungi anak-anaknya … kasih seperti itulah yang membuat-Nya turun dari surga dan menjadi manusia. Kasih itu juga membuat-nya rela mati sengsara demi kita semua.”


Allah mengasihi Manusia
“Ia (Allah), yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32)

Ayat ini menjadi suatu bukti betapa Allah mengasihi kita. Jika Putera-Nya yang tunggal rela Dia berikan bagi kita, apalagi hal-hal lain yang menjadi kebutuhan kita pasti disediakan-Nya. Pemahaman ini penting bagi kita mengingat kini banyak pelbagai mitos yang keliru tentang Tuhan yang mengakibatkan manusia beranggapan bahwa dirinya lebih bijak dari Tuhan.

Mitos-mitos tersebut salah satunya adalah: Tuhan yang bersikap memusuhi manusia. Penderitaan dan kesulitan hidup yang manusia alami seringkali menjadi alasan utama bahwa Tuhan memusuhi dan sengaja membiarkan manusia dalam penderitaan.

Mitos keliru: Allah memusuhi manusia
Memahami bahwa pandangan adanya persoalan dalam kehidupan mereka merupakan bukti bahwa Tuhan memusuhi diri mereka merupakan suatu mitos yang keliru. Pandangan ini akan membuat manusia lebih mengandalkan kekuatan dirinya sendiri dan memilih bersikap tidak mempercayai Tuhan.

Kita memahami berbagai penyebab dari penderitaan manusia, antara lain: keberdosaan manusia dan kelalaian manusia itu sendiri. Ingatlah bahwa melalui penderitaan yang dialami manusia selalu ada maksud Tuhan bahwa: Tuhan sedang memurnikan iman umat-Nya, mengokohkan iman umat-Nya. Penderitaan hanya salah satu cara bagimana Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya.

Roma 5:8 mengatakan, “Akan tetapi Allah menunjukan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Betapa dalam kasih Allah kepada anak-anak-Nya. Walaupun terkadang kita tidak setia, Dia tetap setia. Kasih inilah yang menjadi dasar pemeliharaan Tuhan bagi umat-Nya. Tidak pernah Ia meninggalkan perbuatan tangan-Nya bagi kita, apalagi memusuhi kita!

Langkah bijak melewati kesukaran

1.     Memohon pengampunan Tuhan bila telah bersikap tidak percaya akan kebaikan Tuhan di tengah kesukaran.

Ketika dasar-dasar kehidupan kita terguncang, seringkali kita kewalahan.
Apapun penyebabnya, peganglah bahwa “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
(Roma 8:28).

Percayalah bahwa Dia akan membawa kita melewati goncangan sebesar apapun. Ingatlah bahwa setiap rasa sakit yang kita rasakan, Yesus pun merasakannya. Kita tidak sendiri Yesus, sekalipun Dia Tuhan, Dia juga saudara sulung kita, dan “dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya” (Ibrani 2:17).
Dia secara sukarela mati di kayu salib untuk kita semua, hal itu karena Ia mengasihi kita lebih daripada yang lainnya. Ia merasakan kesedihan dan luka yang kita alami. Mari rendahkan hati kita dan bertobat.

2.     Menyerahkan diri ke dalam pembentukan dan pembelaan Tuhan.

Billy Graham berkata to receive Christ cost nothing, to follow Christ cost something but to serve Christ cost everything. Waktu kita memutuskan untuk mengikuti Kristus, Allah  mulai memproses kita. Yesus berkata: Barangsiapa yang tidak mau memikul salibnya, menyangkal dirinya, dia tidak layak bagi-Ku.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apa pun.

sumber: Renungan GKPB bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar